SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT – SIRUMKIT.COM

dashboard-rs

Rumah Sakit sebagai salah satu organisasi pelayanan di bidang kesehatan telah memiliki otonomi dan bersifat swadana, sehingga pihak rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dengan manajemen yang seefektif mungkin. Dengan adanya tuntutan swadana maka rumah sakit harus bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan operasional rumah sakit. Hal ini disebabkan oleh setiap pengambilan keputusan yang tidak tepat akan berakibat pada inefisiensi dan penurunan kinerja rumah sakit.
Hal tersebut dapat menjadi kendala jika informasi yang tersedia tidak mampu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Kecanggihan teknologi bukan merupakan suatu jaminan akan terpenuhinya informasi, melainkan sistem yang terstruktur, handal dan mampu mengakodomodasi seluruh informasi yang dibutuhkan yang harus dapat menjawab tantangan yang dihadapi.
Kenyataan yang dihadapi dilapangan menunjukkan lemahnya sistem informasi manajemen yang dimiliki oleh pihak rumah sakit yang berakibat pada terjadinya inefisiensi pengelolaan rumah sakit.
Lemahnya sistem informasi manajemen membawa pengaruh secara langsung pada kinerja sistem pengendalian manajemen, yang akan berakibat pada melemahnya perencanaan dan sekaligus berkurangnya kontrol atas pelaksanaan operasional rumah sakit.
Jika perencanaan dan pengawasan atas kegiatan manajerial telah berkurang, maka dapat dipastikan inefisiensi dan penurunan kinerja rumah sakit akan terjadi, dan ini akan dibuktikan dengan terjadinya kerugian pada pihak rumah sakit sebagai akibat lemahnya manajemen rumah sakit.

Maksud dari pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit adalah untuk dapat menghasilkan suatu sistem informasi manajemen yang dapat memberikan informasi secara akurat bagi pengambilan keputusan di tingkat manajemen.
Tujuan pengembangan tak lain adalah untuk:
1. Mengembangkan dan memperbaiki sistem yang telah ada sehingga memberikan suatu nilai tambah bagi manajemen;
2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam rangka pengelolaan rumah sakit;
3. Memberikan dasar pengawasan bagi manajemen yang kuat dalam bentuk suatu struktur pengendalian intern didalam sistem yang dikembangkan.
Sistem informasi manajemen tersebut juga akan memberikan manfaat lebih kepada pihak manajemen dalam bentuk :
1. Meningkatkan produkifitas (mengurangi biaya, meningkatkan efektifitas)
2. Memperbaiki kualitas pelayanan
3. Menciptakan keunggulan berkompetisi
4. Mencapai tujuan strategis perusahaan
5. Reorganisasi dan reengineering
6. Pengambilan keputusan yang lebih baik dan efektif
7. Tanggapan secara Cepat atas kebutuhan konsumen dan perubahan dalam lingkungan bisnis
8. Meningkatkan inovasi dan kreativitas
9. Memenuhi kebutuhan akan informasi

Kami menawarkan SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT – SIMRS untuk rumah sakit dengan harga terjangkau. Untuk permintaan demo, presentasi,  proposal bisa kunjungi kami di sirumkit.com

Proposal_SIMRS

Brosur SIMRS 

Iklan

Aplikasi Warehouse Management System (WMS)

  1. PengertianWarehouse Management System(WMS)

Merupakan bagian utama dan kunci dari modul ERP yaitu Supply Chain Managemen.  Tujuan  utama WMS dapat mengontrol seluruh proses yang terjadi dalam gudang mulai dari proses Shipping, Receiving, Putaway, Movement, dan Picking. Selain itu, WMS juga dapat memberikan fasilitas pemberitahuan lokasi penyimpanan barang berdasarkan jumlah barang dan jenis barang sehingga area penyimpanan di gudang gudang dapat terpakai secara optimal yang akan   mempermudah mengetahui jumlah stok setiap barang.

  1. Konsep Umum WMS

WMS yang baik tentunya dapat mengatur kondisi/masa setiap barang, sehingga tidak akan terjadi kerugian yang di sebabkan barang expired. ada beberapa konsep yang harus di gunakan,yaitu:

  • FIFO (First In Firts Out)

Barang yang pertama kali masuk merupakan barang yang pertama kali keluar.

  • LIFO (Last In First Out)

Barang yang terakhir masuk merupakan barang yang pertama kali keluar. Contoh: Pasir dan  sejenisnya.

  • FEFO (First Expired First Out)

Barang yang memiliki masa tenggang atau (expired date) yang cepat harus di keluarkan terlebih  dahulu. Contoh: Makanan,  Minuman dan Obat-obatan.

  1. Modul Umum WMS

Pada WMS harus ada modul – modul yang tersedia di dalamnya, seperti:

  • Inventory Control System 

Yang berguna mengecek/melacak ketersedian barang berdasarkan identitas barang di setiap  lokasi dan site. Yang di maksud identitas barang yaitu. ( Lokasi, Site, Nomor Seri, Nomor PO,   Kode Pemasok, Tanggal Penerimaan, Tanggal Pengiriman, Quantity, Pallet, dan Pelanggan.

  • Barcode Scanner

Berguna untuk membaca identitas barang sehingga setiap barang tersebut dapat di ketahui identitasnya secara cepat dan akurat. Selain itu barcode scanner ini berfungsi sebagai alat untuk membantu pengurangan dan penambahan stok barang secara real time pada gudang pusat dan gudang – gudang cabang jika ada proses transaksi barang keluar dan masuk.

  • Floating Location System

Berfungsi untuk penempatan barang yang bisa ditempatkan di lokasi yang berbeda-beda di gudang.  Gudang yang memakai sistem ini adalah gudang yang modern dan computer-base Dengan floating location system dan warehouse management system, barang bisa ditempatkan dimana saja asalkan lokasi tersebut diupdate di system. Jadi semua barang harus sudah tertempel barcode yang berisi kode unik /packing list dan case dari barang tersebut

  1. Gridding System

Suatu warehouse yang baik harus mempunyai grid / lokasi-lokasi didalam gudang yang telah     dipetakan untuk penempatan barang-barang. Gridding system yang baik adalah membagi gudang     seperti papan catur. Satu Grid biasanya berukuran 3m x 3m. Satu grid dibagi lagi menjadi 3 sub grid contoh A, B, C.

  1. Manfaat WMS
  • Mempercepat prosesLead Time,hal ini akan berpengaruh besar pada proses manufacturingdan   deliver to customer.
  • Mengetahui seluruh proses transaksi yang terjadi pada gudang dan jumlah stok setiap barang dengan cepat dan akurat secarareal time.
  • Mengatur proses (FIFO,LIFO,FEFO)
  • Dapat menghitung waktu  setiap proseslead time, hal ini akan berpengaruh pada perhitungan produtivitas gudang dan mempermudah upaya peningkatannya.
  • Mengatur lokasi penyimpanan barang sesuai jumlah barang dan jenis barang sehingga tertata secara optimal.
  • Memudahkan perhitungan persediaan barang secara berkala.
  • Dapat melacak persedian barang secara cepat dan akurat di setiap lokasi dan site.

Kami menawarkan Sistem Aplikasi Warehouse Management System untuk perusahaan skala distributor atau pergudangan yang penjelasan singkatnya dapat didownload pada Proposal Pembangunan Warehouse Management System.

Sistem Aplikasi Pengelolaan Keuangan Desa

Desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keuangan Desa merupakan semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa. Pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa. Diperlukan Peraturan Bupati/Walikota untuk mengatur mengenai Pengelolaan Keuangan Desa.

Seluruh pendapatan Desa diterima dan disalurkan melalui rekening kas Desa dan  penggunaannya ditetapkan dalam APB Desa. Pencairan dana dalam rekening kas Desa ditandatangani oleh kepala Desa dan Bendahara Desa. Pengelolaan keuangan Desa meliputi:
a) perencanaan;
b) pelaksanaan;
c) penatausahaan;
d) pelaporan; dan
e) pertanggungjawaban.

Adapun Sistem Aplikasi Pengelolaan Keuangan Desa yang kami tawarkan sesuai dengan  Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa yang setidaknya sistem akan menghasilkan formulir/ laporan:

1. Rencana Anggaran Biaya.
2. Buku Pembantu Kas.
3. Surat Permintaan Pembayaran (SPP).
4. Pernyataan Tanggungjawab Belanja.
5. Bukti Transaksi
6. Surat Setoran Pajak (SSP)

Sistem ini akan memudahkan perangkat desa dalam penyusunan:

  • Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)
  • Laporan Pertanggung-jawaban penyelenggaraan pemerintah desa (keuangan)
    • Buku Kas Umum
    • Buku Kas Harian
    • Buku pembantu bank
    • Buku pembantu pajak
    • Neraca desa
  • Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (LRADes)

Dalam Sistem ini pihak yang terlibat didalamnya adalah:
1. Pelaksana Kegiatan
2. Sekretaris Desa
3. Kepala Desa
4. Bendahara
5. Penyedia Barang/Jasa

Beberapa fasilitas sistem bisa anda tinjau pada gambaran menu fasilitas berikut ini;

login

Gambar: Login System

Akuntansi desa
Pengelolaan keuangan desa

Gambar: menu fasilitas pada pengelolaan Perencanaan

Akuntansi desa
Pengelolaan keuangan desa

Gambar: menu fasilitas pada pengelolaan Pelaksanaan

Akuntansi desa
Pengelolaan keuangan desa

Gambar: menu fasilitas pada pengelolaan Penata-usahaan

Akuntansi desa
Pengelolaan keuangan desa

Gambar: menu fasilitas pada pengelolaan Laporan

Akuntansi desa
Pengelolaan keuangan desa

Gambar: menu fasilitas pada pengelolaan Pertanggung-jawaban

apbdes1

Gambar: contoh form list penyusunan APBDes

apbdes_perub

Gambar: contoh form list penyusunan APBDes Perubahan

spp1

Gambar: contoh isian formulir SPP

Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menghubungi kami di 0878 333 05 255 atau info@perdanasistematika.com.

Untuk melakukan tinjauan silahkan kunjungi; http://danadesa.net/

Sistem Aplikasi Dokumentasi Barang Kena Cukai – Hasil Tembakau (BKC-HT)

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 140/PMK.04/2012

TENTANG DOKUMEN CUKAI DAN/ATAU DOKUMEN PELENGKAP CUKAI

Terhadap sediaan barang harus dilakukan penatausahaan sediaan barang yang paling sedikit memuat jenis, spesifikasi, jumlah pemasukan dan pengeluaran sediaan barang.
Terhadap pengusaha pabrik, pengusaha tempat penyimpanan, importir barang kena cukai, atau penyalur yang wajib memiliki izin, yang memperoleh dan/atau menggunakan fasilitas cukai, diwajibkan melakukan penatausahaan sediaan barang  sehingga dapat diketahui jenis, spesifikasi, jumlah pemasukan, dan pengeluaran sediaan barang yang berkaitan dengan fasilitas cukai yang diperoleh dan/atau digunakan.

Buku, catatan, dokumen, dan surat dalam bentuk data elektronik yang disusun dalam rangka penyelenggaraan pembukuan wajib dijaga atau dijamin keandalan sistem pengolahan datanya supaya dapat dibuka, dibaca, atau diambil kembali setiap waktu.

Asli dari laporan keuangan, buku, catatan, dokumen, dan surat sebagaimana dimaksud, dapat dialihkan ke dalam bentuk data elektronik.
Asli dari laporan keuangan, buku, catatan, dokumen, dan surat, sebagaimana dimaksud yang mempunyai kekuatan
pembuktian otentik dan masih mengandung kepentingan hukum tertentu, wajib tetap disimpan.

Laporan keuangan, buku, catatan, dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, dan dokumen lain yang berkaitan dengan kegiatan usaha, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang cukai, baik tertulis di atas kertas atau sarana lain yang terekam dalam bentuk apapun yang dapat dilihat dan dibaca, wajib disimpan selama 10 (sepuluh) tahun pada tempat usahanya di Indonesia, termasuk tempat-tempat lain yang khusus diperuntukkan sebagai tempat penyimpanan laporan keuangan, buku, catatan, dokumen, dan surat.

Sehubungan dengan poin-poin diatas kami telah merancang satu sistem aplikasi yang berkaitan dengan dokumentasi dan penata-laksanaan sistem pencatatan dan dokumentasi Barang Kena Cukai – Hasil Tembakau.

Silahkan anda tinjau presentasi kami dibawah ini.

Gudang Berikat

Sistem IT Inventory Tempat Penimbunan Berikat (TPB – GUDANG BERIKAT)

IT Inventory Gudang Berikat
IT Inventory Gudang Berikat

Kebutuhan informasi/ laporan pihak beacukai:

Gudang Berikat merupakan Kawasan Pabean dan sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kegiatan yang dilakukan di dalam Gudang Berikat meliputi kegiatan penimbunan barang impor dan dapat disertai dengan 1 (satu) atau lebih kegiatan berupa pengemasan, pengemasan kembali, penyortiran, penggabungan (kitting), pengepakan, penyetelan, dan/atau pemotongan, atas barang-barang tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk dikeluarkan kembali. Gudang Berikat dapat berbentuk:

  1. Gudang Berikat Pendukung Kegiatan Industri, yaitu Gudang Berikat yang berfungsi untuk menimbun dan menyediakan barang impor untuk didistribusikan kepada perusahaan industri di tempat lain dalam daerah pabean dan/atau Kawasan Berikat, dalam hal ini industri yang dimaksud adalah;
  • industri manufaktur;
  • industri pertambangan;
  • industri alat berat; dan/atau
  • industry jasa perminyakan
  1. Gudang Berikat Pusat Distribusi Khusus Toko Bebas Bea, yaitu Gudang Berikat yang berfungsi untuk menimbun dan mendistribusikan barang impor ke Toko Bebas Bea; atau
  2. Gudang Berikat Transit, yaitu Gudang Berikat yang berfungsi untuk menimbun dan mendistribusikan barang impor ke luar daerah pabean.

Sistem Informasi Persediaan berbasis komputer pada TPB – Gudang Berikat paling sedikit memenuhi persyaratan sebagai berikut : – Dipergunakan untuk pencatatan :

  • Pemasukan barang;
  • Pengeluaran barang;
  • Pemusnahan barang;
  • Penyesuaian (adjustment); dan
  • Hasil pencacahan (stock opname);

– Harus dibuatkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan :

  1. Laporan Posisi Barang per Dokumen Pabean
  2. Laporan Pertanggung-jawaban mutasi barang

Sistem Informasi Persediaan berbasis komputer untuk pengelolaan barang yang ditimbun di TPB-GUDANG BERIKAT untuk kepentingan pemeriksaan dan dapat diakses secara realtime dan/atau online terbatas hanya untuk membaca (read only) atau mengunduh (download) yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang mengawasi Kawasan Berikat. Sistem sepenuhnya menggunakan web base application. Download proposal klik link berikut: IT Inventory Gudang Berikat (call: 087833305255)

Payroll System

Payroll System

Fitur:

  • SETUP
    • Initial Code
    • Department
    • Type of work
    • Positions
    • PTKP
    • Jamsostek
    • Off day
    • Public Holiday
    • Salary Component
    • Shift
    • Leave
    • Formula
    • Religion
    • Employee
    • Rolling
  • REVIEW
    • Time Sheet
    • Transfer
      • Transfer Department
      • Transfer Position
    • Attendance
    • Leave
      • Annual Leave
      • Leave
    • Overtime
      • SPL Form
      • Overtime
      • Overtime all
  • PROCESS
    • Transfer finger attendance
    • Process Salary
    • Employee Salary
    • Recalculate Salary
  • REPORT
    • Employee
    • Absensi
    • Register Salary
    • Summary Present
    • Daily Over Time
    • Analysis/ Graphic
  • TOOLS
    • User
    • Contact
    • Database
      • Backup
      • Restore
    • Option
    • Profile

Tampilan Menu:

Payroll System Setup
Payroll System Setup
Payroll Review
Payroll Review
Process Salary
Process Salary
Payroll report
Payroll report
System Tool
System Tool

Tampilan menu:

Wood Working System Management

Sistem IT untuk pengelolaan inventory dengan bahan dasar kayu (furniture factory) serta perusahaan supplier kayu.

Wood working system

Peraturan Menteri Perdagangan No. 64 sebagaimana telah diubah dengan Permendag Nomor : 81/M-DAG/PER/10/2012 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan. Dijelaskan bahwa semua produk jenis kayu olahan yang tercantum dalam Lampiran I Kelompok A, mulai 1 Januari 2013 pengirimannya wajib dilengkapi dokumen v-legal. Sedangkan yang termasuk dalam Kelompok B, mulai 1 Januari 2015.

Dokumen v-legal adalah dokumen legalitas kayu yang disyaratkan oleh kepabeanan untuk membuktikan bahwa produk kayu yang dikirim tersebut memenuhi unsur legalitas. Untuk mendapatkan dokumen v-legal tersebut, bisa ditempuh dengan dua cara, yaitu menerapkan SVLK atau Inspeksi per Kontainer.

SVLK adalah salah satu sertifikat kayu yang merupakan “produk” pemerintah Indonesia. Melalui Permenhut No. P.43/Menhut-II/2014, pemerintah mengatur mengenai tata cara verifikasi legalitas kayu. Dalam Permenhut tersebut, disebutkan bahwa setiap industri yang mengelola hasil hutan (kayu) wajib mendapatkan sertifikat SVLK . Jika industri sudah mengantongi sertifikat legalitas kayu ini, maka bisa dipastikan bahwa sumber bahan baku yang dipakai adalah legal/sah. Sertifikat ini berlaku selama 3 tahun dan setiap tahunnya diadakan penilikan / surveillance.

Apa yang harus dipersiapkan oleh Perusahaan yang menerapkan SVLK?

Dalam penilaiannya, ada beberapa prinsip yang dinilai diantaranya;
1. Legalitas usaha
Industri yang menerapkan sertifikasi SVLK harus mempunyai ijin usaha yang lengkap seperti SIUP, TDP, IUI dll.
2. Legalitas dan penelusuran kayu
Semua kayu yang dibeli harus disertai dokumen angkutan yang sah dan berita acara serah terima maupun nota-nota pembelian yang sah dan dapat ditelusuri asal usulnya. Pada proses produksi, yang perlu dipersiapkan adalah tally sheet, laporan produksi, laporan mutasi kayu, laporan stok dll.
3. Pemasaran
Rekapitulasi penjualan diperlukan untuk mendukung data proses produksi pada proses sertifikasi SVLK. Setiap penjualan harus disertai dokumen jual beli yang sah.

Sistem ini membantu anda dalam pengelolaan management perkayuan pada perusahaan anda sehingga memudahkan anda dalam menghadapi audit system yang dilakukan pihak terkait.

Untuk review silahkan anda klik link ini;

Penawaran Wood Working Management System.

Sistem IT Inventory – KITE

Sistem IT Inventory perusahaan dengan Fasilitas KITE (Kemudahan Import Tujuan Eksport)

Kebutuhan informasi/ laporan pihak beacukai:
Sistem Informasi Persediaan berbasis komputer pada TPB paling sedikit memenuhi persyaratan sebagai berikut :
– Dipergunakan untuk pencatatan :
 Pemasukan barang;
 Pengeluaran barang;
 Barang dalam proses produksi (work ini process);
 Penyesuaian (adjustment); dan
 Hasil pencacahan (stock opname);
– Harus dibuatkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan :
 Laporan Pemasukan Barang per dokumen pabean
 Laporan Pengeluaran Barang per dokumen pabean
 Laporan Posisi Barang dalam Proses (WIP)
 Laporan Pertanggungjawaban Mutasi Barang :
o Mutasi Bahan Baku dan Bahan Penolong
o Mutasi Barang Jadi
o Mutasi Barang Sisa dan Scrap
o Mutasi Mesin dan Peralatan Kantor
Sistem Informasi Persediaan berbasis komputer untuk pengelolaan barang yang ditimbun di TPB-KITE untuk kepentingan pemeriksaan dan dapat diakses secara realtime dan/atau online terbatas hanya untuk membaca (read only) atau mengunduh (download) yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang mengawasi TPB.
Sistem sepenuhnya menggunakan web base application.

Untuk melihat proposal penawaran kami bisa anda klik pada link berikut:

Proposal Sistem IT Inventory Perusahaan dengan fasilitas KITE

SISTEM MANAJEMEN & AKUNTANSI PERHOTELAN

adminhotel.idAdminHotel.id – Hotel Management System

Sistem manajemen hotel ini merupakan sistem yang tidak hanya membantu petugas front desk untuk menangani semua informasi berkaitan dengan kamar, tamu dan pengunjung hotel serta membuat laporan-laporan yang dibutuhkan pihak manajemen dalam mengembangkan pemasaran hotel saja namun lebih dari itu kami juga menawarkan sistem yang terintegrasi dengan bagian finance dan accounting. Juga fasilitas lain yang berkenaan dengan restaurant, bar, mini bar, drug store, laundry, room service dll kami tawarkan sehingga Anda akan memiliki satu sistem yang terintegrasi sehingga memudahkan management dan owner dalam melakukan pengambilan keputusan.

Tampilan program terdiri beberapa bagian utama:

  • Front Office (FO)
  • House keeping
  • Logistic
  • Purchasing & A/R Management
  • F & B division
  • Restaurant, Bar, Banquet
  • Finance
  • Personnel Departemen (Schedule & Payroll)
  • Asset Management
  • Accounting

Silahkan klik link berikut ini untuk demo aplikasi hotel (web based):

http://adminhotel.id/

PROPOSAL PENAWARAN software HOTEL call/ sms to 0878 333 05 255, WA 0858 1544 7983

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑